Kendari – Bibir Kapolresta Kendari Luka Kena Lemparan Batu, Blokade Jalan Berujung Ricuh di Perempatan Wua-Wua. Pipi dan bibir Kepala Kepolisian Resort Kota atau Kapolresta Kendari, Kombes Edwin Louis Sengka, terluka terkena lemparan batu.
Peristiwa tersebut terjadi dalam aksi blokade jalan berujung ricuh di Perempatan Wua-Wua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Rabu (19/11/2025). Aksi tersebut menyebabkan akses jalan di perempatan Jalan Ahmad Yani, Jalan Budi Utomo, dan Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Kadia, Kecamatan Wua-Wua, lumpuh total. Unjuk rasa dilakukan sekelompok warga yang menolak konstatering (pencocokan lahan) dan eksekusi lahan di kawasan eks PGSD ini.
Mereka menutup jalan dengan spanduk, ban, kayu, dan berbagai material lainnya. Kombes Edwin L Sengka pun terjun langsung dalam pengamanan yang dilakukan petugas kepolisian. Unjukrasa memanas, diwarnai lemparan batu dari sekelompok warga yang memblokade jalan.
Hingga Kombes Edwin pun ikut terkena lemparan batu yang membuat bagian pipi dan bibirnya terluka.
“Benar, Pak Kapolresta Kendari menjadi korban pelemparan batu saat memimpin pengamanan eksekusi lahan eks PGSD,” kata Kasatreskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau.
Dalam aksi blokade jalan berujung ricuh ini, AKP Welliwanto juga ikut terluka, kaki sebelah kirinya luka terkena lemparan batu. Dari video yang diterima TribunnewsSultra.com, wajah Kombes Edwin awalnya terlihat bercucuran darah. Video lainnya memperlihatkan seorang tenaga medis mengobati wajah Kombes Edwin yang masih dibaluri pasta gigi berwarna putih.
Baca Juga : Sosok Kapolresta Kendari yang Kena Lemparan Batu saat Kawal Demo di Wua-wua, Perwira Asal Manado
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Kapolresta-Kendari-Kombes-Edwin-Louis-Sengka-terluka-saat-blokade-jalan-ricuh-di-Perempatan-Wua-Wua.jpg)
Seragam dinas yang dikenakannya pun masih terlihat berlumuran darah. Terlihat bibir sang kapolres pecah.“Besar yah,” tanya Kombes Edwin kepada petugas yang mengobati lukanya di lokasi. Dalam video lainnya, Kombes Edwin masih tetap berada di lokasi kejadian dengan mengenakan helm dan kacamata.
Dia pun sempat tersenyum. Sembari berdiri, seorang petugas kemudian menempelkan perban dan plester di bagian pipi kanannya yang terluka. Perban juga terlihat pada bagian bibirnya. Berdasarkan pantauan TribunnewsSultra.com sekitar pukul 13.30 wita, kondisi di lokasi kejadian berangsur kondusif.
Meski demikian, petugas kepolisian masih berjaga-jaga di sekitar Perempatan Wua-Wua Kendari. Setelah unjuk rasa berujung ricuh tersebut, Kombes Edwin, pun terlihat memimpin apel pembubaran pasukan.





