Kendari – Daftar Destinasi Prioritas Penyangga Wakatobi Sultra, Pemprov Siapkan Event 7 Klaster Wisata 2026. Berikut daftar 7 destinasi wisata prioritas di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) penyangga Wakatobi.
Disampaikan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sultra, Belli Tombili saat diwawancarai beberapa waktu lalu.
Tujuh destinasi wisata itu meliputi Kawasan Teluk Kendari-Toronipa-Labengki, Kawasan Mangrove Buton Utara, dan Kawasan Benteng Keraton Buton. Lalu Kawasan Karst Pulau Muna, Kawasan Matarombeo Konawe Utara, Rawa Aopa Watumohai Konawe Selatan, serta Pulau Padamarang. Belli bilang, konsep tersebut sudah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) 310 tahun 2022 silam.
Kemudian diintegrasikan dengan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah atau RIPPARDA Sulawesi Tenggara. Konsep itu akan diperkuat melalui event-event berbasis tujuh klaster destinasi wisata pada tahun depan. “Ini akan kita mulai tahun 2026,” katanya. Selain itu, event di tujuh destinasi prioritas ini akan dikombinasikan dengan kegiatan internasional bernama Sail to Indonesia.
Acara itu menghadirkan kapal-kapal dari berbagai penjuru dunia yang bakal melewati wilayah perairan Indonesia termasuk Sulawesi. Pemerintah nantinya menyiapkan lima objek wisata yang akan disinggahi para pelayar Sail to Indonesia. Belli menargetkan 50 hingga 100 kapal layar tersebut singgah di perairan Sulawesi Tenggara. 5 destinasi yang disiapkan berada di Buton Utara, Wakatobi, Buton Selatan, Kolaka, dan Buton Tengah. “Kalau memungkinkan nanti akan mampir juga di Buton Tengah,” sebutnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengumumkan tujuh agenda pariwisata 2026, untuk mendongkrak kunjungan wisatawan di Bumi Anoa. Wakil Gubernur (Wagub) Sultra Hugua saat ditemui di Kendari, Selasa, mengatakan bahwa penetapan ini merupakan bagian dari strategi besar untuk menarik kunjungan wisatawan, sekaligus mengembangkan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Wakatobi dan kawasan penyangganya.
Ia menyampaikan bahwa tujuh event utama tersebut dikelompokkan menggunakan pendekatan klaster yang dikenal sebagai Wakatobi Beyond Seven Wonders.“Pendekatan ini membagi wilayah Sultra ke dalam delapan zona pariwisata. Kawasan strategis pariwisata nasional dengan tujuh kawasan penyangga ini nantinya akan menggunakan pendekatan klaster,” kata Hugua.
Baca Juga : Aksi Heroik Bripka LAS Selamatkan Tante dari Amuk Paman di Kendari hingga Sang Polisi Tewas Tertikam

Dia menyebutkan bahwa masing-masing zona tersebut nantinya akan memiliki festival unggulan yang dijadwalkan berlangsung secara bergiliran selama lima sampai tujuh hari setiap tahunnya. “Jadwal yang pasti ini bertujuan memberikan panduan jelas bagi wisatawan maupun pelaku usaha di seluruh kabupaten/kota, serta menghindari agenda yang tumpang tindih,” ujarnya.
Hugua berharap beragam kegiatan yang baru ditetapkan ini ke depan dapat masuk dalam Kalender Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa saat ini, Sultra telah memiliki dua kegiatan yang terdaftar di KEN, yakni Wakatobi Wave dan Festival Wowine.
“Konsistensi pelaksanaan tiap tahun akan menjadi kunci agar festival-festival tersebut bisa di kurasi oleh pemerintah pusat dan memperoleh pengakuan nasional, sehingga berpotensi mendapatkan dukungan dana APBN,” ungkapnya. Hugua menambahkan bahwa sebagai penanda dimulainya implementasi resmi kalender pariwisata ini, Pemprov Sultra akan mengawali rangkaian kegiatan pada tahun 2026 dengan menyelenggarakan Seminar Internasional bertema Sustainable Tourism di Kota Kendar





