Kendari – Lupa Matikan Kompor Deep Fryer, Gedung Olahraga ASR di Kendari Nyaris Terbakar, Satpam Padamkan Api. Kelalaian dalam penggunaan peralatan dapur nyaris berujung kebakaran di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Insiden ini terjadi di gedung sarana olahraga milik Gubernur Sultra, Andi Sumangeruka (ASR), Senin (29/12/2025) pagi. Lokasinya berada di Jalan H Banawula Sinapoy, Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia. Jarak Dinas Damkar dan Penyelamatan ke Jalan H Banawula Sinapoy sekira 10 kilometer (km), waktu tempuh 21 menit berkendara motor atau mobil.
Kebakaran dipicu oleh kompor gas jenis deep fryer yang lupa dimatikan di area dapur kafe gedung tersebut. Kronologi dan Upaya Pemadaman Kejadiannya bermula sekitar pukul 10.38 Wita. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kepulan asap tebal tiba-tiba muncul dan dengan cepat memenuhi ruangan kafe. Situasi sempat mencekam karena jarak pandang di dalam gedung menjadi sangat terbatas akibat pekatnya asap putih.
Baca Juga : Penganiayaan Dominasi Kasus Kriminal Ditangani Polresta Kendari Sepanjang 2025, Disusul Pencurian
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Lupa-Matikan-Kompor-Deep-Fryer-Gedung-Olahraga-ASR-di-Kendari-Nyaris-Terbakar-Satpam-Padamkan-Api.jpg)
Melihat kondisi tersebut, petugas keamanan (satpam) di lokasi segera mengambil tindakan preventif. Menggunakan dua tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR) berukuran 3 kilogram (kg), mereka berhasil menjinakkan api sebelum merembet ke bagian bangunan lainnya. Kasi Humas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kendari, Martoyo Awaludin, mengonfirmasi pihaknya langsung mengerahkan satu unit armada (Unit CSR) begitu menerima laporan.
“Tim tiba di lokasi pada pukul 10.48 Wita, atau hanya berselang 10 menit setelah laporan diterima. Saat tim tiba, api sebenarnya sudah berhasil dipadamkan oleh pihak internal gedung menggunakan APAR,” ujar Martoyo, Selasa (30/12/2025). Meski api telah padam, personel pemadam tetap melakukan prosedur mopping up atau penyisiran menyeluruh. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada titik api tersembunyi (hidden fire) yang berpotensi menyala kembali.
Dalam rekaman video yang diperoleh, terlihat petugas yang mengenakan masker pelindung menembus kabut asap di dalam ruangan. Kemudian mengevakuasi unit kompor deep fryer ke area luar gedung untuk proses pendinginan. “Kami memastikan kondisi gedung benar-benar aman sebelum meninggalkan lokasi,” ujarnya. “Fokus utama kami tadi adalah menetralisir suhu dan memastikan sirkulasi udara kembali normal agar asap tidak lagi mengendap,” tambah Martoyo.
Meski tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan yang signifikan, insiden ini menjadi peringatan bagi pelaku usaha di sektor kuliner dan pengelola gedung. Kelalaian kecil seperti lupa mematikan kompor dapat mengakibatkan kerugian materiil yang besar jika tidak diantisipasi dengan sistem proteksi kebakaran yang baik.





