, ,

OPINI: Solidaritas Tanpa Batas, Masyarakat Sulawesi Tenggara Bergerak untuk Aceh dan Sumatera

oleh -223 Dilihat

Kendari – OPINI: Solidaritas Tanpa Batas, Masyarakat Sulawesi Tenggara Bergerak untuk Aceh dan Sumatera. Bencana alam kembali menguji ketangguhan bangsa. Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh serta sejumlah wilayah vital di Sumatera mulai Padang, Medan, Sibolga hingga Batangtoru mengguncang kehidupan masyarakat secara tiba-tiba.

Gambar-gambar yang beredar luas menunjukkan kehancuran yang sulit diungkap kata: rumah-rumah terseret lumpur tebal hingga setinggi atap, jembatan penghubung antarwilayah runtuh total, dan infrastruktur dasar lumpuh disapu arus. Kengerian itu diperkuat oleh rekaman video tragedi 28 November 2025 yang memperlihatkan banjir setinggi 9,5 meter menerjang puluhan kabupaten/kota, mengakibatkan ratusan korban jiwa dan memaksa ratusan ribu warga mengungsi.

Anak-anak, orang tua, dan keluarga yang bertahan di tengah derasnya arus menjadi potret pilu yang membekas di hati seluruh rakyat Indonesia. Namun, di balik kabut duka yang menyelimuti ujung barat negeri, secercah cahaya justru datang dari arah timur. Dari Sulawesi Tenggara dengan pusat gerakan di Kota Kendari mengalir gelombang solidaritas yang membuktikan bahwa empati bangsa ini tak pernah padam. Respons masyarakat Sultra terhadap bencana di Aceh dan Sumatera terjadi tanpa komando. Komunitas, lembaga kemanusiaan, mahasiswa, organisasi keagamaan, hingga kelompok pemuda bergerak spontan.

Penggalangan dana dilakukan di masjid, di pusat keramaian, di lingkungan perkantoran, hingga kampus-kampus. Bantuan logistik meliputi makanan pokok, pakaian layak pakai, perlengkapan bayi, obat-obatan, hingga tenda darurat terkumpul dalam jumlah besar. Relawan pun mulai dipersiapkan untuk turun langsung membantu evakuasi dan mendampingi warga yang mengalami trauma.
“Ini bukan soal jarak, tetapi soal rasa kemanusiaan.

Baca Juga : Pengurus HMJ-FH Unsultra 2025-2026 Dilantik di Kendari, Tekankan Regenerasi Integritas Kepemimpinan

OPINI
OPINI

Duka mereka adalah duka kita,” ujar salah seorang koordinator aksi kemanusiaan di Kendari, Senin (8/12/2025). Solidaritas ini membuktikan satu hal: gotong royong bukan sekadar jargon yang diajarkan di sekolah, tetapi nilai yang benar-benar hidup dalam denyut masyarakat Indonesia. Apa yang dilakukan masyarakat Sultra mencerminkan wajah asli Indonesia. Ketika satu daerah tertimpa musibah, daerah lain tak tinggal diam. Tidak ada sekat suku, agama, atau jarak geografis. Yang ada hanyalah kesadaran bahwa setiap warga yang kehilangan rumah, keluarga, atau harapan adalah bagian dari bangsa ini.

Di tengah derasnya arus individualisme pada era digital, gelombang solidaritas lintas pulau seperti ini adalah pengingat bahwa Indonesia masih memiliki satu kekuatan utama: rasa saling peduli. Meskipun bantuan awal dari Sultra sangat berarti, perjalanan pemulihan Aceh dan Sumatera tak akan selesai dalam hitungan hari atau pekan. OPINI: Solidaritas Tanpa Batas, Masyarakat Sulawesi Tenggara Bergerak untuk Aceh dan Sumatera.

Rekonstruksi rumah, jembatan, fasilitas publik, serta pemulihan psikososial warga akan membutuhkan waktu panjang dan dukungan berkelanjutan. Di titik inilah solidaritas diuji. Bukan hanya pada hari pertama bencana, tetapi pada bulan-bulan setelahnya ketika publik mulai jenuh dan perhatian beralih ke isu lain. Aksi cepat masyarakat Sultra adalah fondasi yang kuat namun fondasi itu perlu diperkuat oleh gerakan yang lebih luas: pemerintah, NGO, dunia usaha, dan masyarakat nasional. Ketika masyarakat Sultra mengulurkan tangan kepada Aceh dan Sumatera, sesungguhnya mereka sedang memperlihatkan esensi dari persatuan Indonesia.

Bahwa kekuatan bangsa ini bukan terletak pada keseragaman, tetapi pada kepedulian yang melampaui batas geografis. Bahwa identitas “Indonesia” tumbuh dari rasa ingin saling menguatkan saat salah satu bagian tubuh bangsa terluka. Dalam setiap musibah, kita selalu menemukan dua hal: rapuhnya manusia di hadapan alam, dan kokohnya manusia ketika saling menggenggam. Dan kali ini, Sultra telah menunjukkan bahwa genggaman itu masih erat.

 

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.