, ,

Ratusan Korban dan Infrastruktur Lumpuh, Sejumlah Wilayah di Aceh Barat Masih Terisolasi Akibat Banjir Bandang dan Longsor

oleh -99 Dilihat

Kendari – Ratusan Korban dan Infrastruktur Lumpuh, Sejumlah Wilayah di Aceh Barat Masih Terisolasi Akibat Banjir Bandang dan Longsor. Sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat masih terisolasi total akibat banjir bandang, banjir luapan, dan tanah longsor yang melanda sejak lebih dari sepekan terakhir.

Kerusakan infrastruktur vital membuat akses bantuan terputus, sehingga proses evakuasi dan distribusi logistik berjalan sangat lambat. Pelaksana Tugas Sekda Aceh Barat, Kurdi, mengatakan kerusakan yang terjadi tergolong parah, terutama di fasilitas yang menjadi jalur penghubung utama. “Kerusakan paling parah terjadi pada jembatan, badan jalan, dan akses menuju permukiman warga yang hingga kini masih terisolasi,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com Senin (1/12/2025).

Kurdi menyebut, total kerugian akibat kerusakan infrastruktur dan fasilitas diperkirakan mencapai lebih dari Rp 200 miliar. Rumah Hanyut, Kantor Desa Rusak Parah Bencana banjir dan longsor telah menyeret sedikitnya empat unit rumah hingga hanyut, sementara tiga rumah lainnya rusak berat. Di Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, tujuh unit rumah dan satu kantor desa mengalami kerusakan parah. “Jalan menuju desa itu putus total, proses evakuasi belum dapat dilakukan maksimal. Lokasi masih terisolasi, dan tim sedang mencari jalur alternatif,” lanjut Kurdi, dikutip dari Kompas.com.

Di Pulo Teungoh, badan jalan terputus sepanjang 50 meter, sementara sejumlah jembatan gantung termasuk di Desa Jambak, Arongan Lambalek, dan lintas Ketambang – Canggai – mengalami kerusakan berat hingga putus total. Jembatan Tungkop di Sungai Mas juga terputus. Kerusakan di jalan Gaseu- Siput sepanjang 38 meter membuat suplai logistik terhenti dan pergerakan tim gabungan semakin sulit.

Baca Juga : Bantuan Logistik Berhasil Dijangkau ke Wilayah Terisolasi Pining Gayo Lewat Helikopter

Ratusan Korban dan Infrastruktur Lumpuh
Ratusan Korban dan Infrastruktur Lumpuh

Banyak Wilayah Belum Bisa Diakses

Hingga kini, sejumlah kecamatan masih belum dapat dijangkau sepenuhnya, antara lain Pante Ceureumen, Woyla Timur, Woyla Barat, Woyla, dan Arongan Lambalek. Wilayah Gampong Sikundo bahkan masih sepenuhnya terisolasi, sementara Desa Lawet mulai bisa dijangkau, meski distribusi bantuan terkendala medan berlumpur dan licin. “Fokus utama saat ini adalah menyelamatkan warga, membuka akses yang terputus, dan mempercepat penyaluran bantuan,” tegas Kurdi dikutip dari Kompas.com. Ia menambahkan seluruh unsur pemerintah daerah, BPBD, TNI/Polri, relawan, dan perangkat desa terus bekerja tanpa henti.

Kerusakan Lebih Parah dari Tsunami Aceh

Anggota DPR RI, TA Khalid, menilai tingkat kerusakan akibat banjir kali ini bahkan lebih parah dibandingkan tsunami Aceh pada 2004. Saya mengalami tsunami. Luas banjir ini lebih lebar, dan dampaknya terhadap infrastruktur lebih parah dibandingkan tsunami dulu,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com Senin (1/12/2025). Ia menjelaskan bahwa saat tsunami, akses darat bisa kembali dibuka setelah tiga hari. Namun, untuk bencana banjir kali ini, hingga memasuki hari ke-11, jalan darat masih lumpuh total dan sejumlah daerah tetap terisolasi.

TA Khalid yang datang bersama pesawat Hercules membawa bantuan untuk daerah terdampak mengatakan bahwa DPR RI telah meminta pemerintah menetapkan status bencana nasional.
“Kita sudah suarakan bencana ini menjadi bencana nasional. Kita bandingkan saja dengan tsunami Aceh,” tambahnya, dikutip dari Kompas.com.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.