, ,

Wali Kota Kendari Ingatkan Warga ‘Sampah Bukan Hal Menjijikkan’, Jadi Solusi Ekonomi Rumah Tangga

oleh -248 Dilihat

Kendari – Wali Kota Kendari Ingatkan Warga ‘Sampah Bukan Hal Menjijikkan’, Jadi Solusi Ekonomi Rumah Tangga. Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai memperkuat pengelolaan sampah dari hulu dengan mendorong pemilahan sampah langsung dari rumah tangga.

Langkah ini ditandai dengan peluncuran Bank Sampah Merah Putih di Kelurahan Wundubatu, Kecamatan Poasia, Sabtu (6/12/2025). Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menyampaikan, bank sampah menjadi strategi utama untuk mengurangi volume sampah rumah tangga yang selama ini berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Puuwatu. Seluruh masyarakat didorong mulai memilah sampah sejak dari rumah. “Hari ini kita sama-sama hadir dalam launching bank sampah, yang mana dengan tujuannya adalah mengurangi sampah rumah tangga atau sampah-sampah yang ada di permukaan, untuk kita kurangi menuju sampai ke TPA,” kata Siska Karina Imran.

Selain aspek lingkungan, bank sampah juga diharapkan memberi manfaat ekonomi bagi warga. Sampah yang telah dipilah dapat dikelola melalui bank sampah dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. “Sampah ini bukan lagi sesuatu yang menjijikkan, tetapi bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan ekonomi atau pendapatan dengan menghasilkan uang,” ujarnya.

Baca Juga : Harga Beras dan Telur Naik di Pasar Mandonga hingga PKL Lawata Kendari Jelang Natal Tahun Baru 2025

Wali Kota Kendari Ingatkan
Wali Kota Kendari Ingatkan

Dalam kesempatan tersebut, Siska menegaskan pemerintah kota menargetkan seluruh kelurahan di Kendari memiliki bank sampah aktif. Saat ini, jumlah bank sampah yang telah berjalan masih terbatas. “Yang aktif baru sekitar 10. Tapi menjadi atensi kita, 65 kelurahan wajib memiliki bank sampah. Insya Allah, untuk internal pemerintah, dalam waktu dekat kita targetkan 65 bank sampah,” ungkapnya. Ia juga meminta seluruh lurah menjadikan Bank Sampah Wundubatu sebagai contoh, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah kota dalam mengawal program tersebut agar berjalan merata di semua wilayah.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari, Erlis Sadya, menekankan pentingnya kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah sebagai kunci keberhasilan pengelolaan sampah kota. “Sampah itu secara garis besar ada tiga, yaitu sampah organik (sisa makanan, daun), sampah anorganik (plastik, kaca, kaleng), dan sampah B3 (Bahan Berbahaya Beracun). Ini yang harus mulai kita pilah dari rumah masing-masing,” jelas Erlis.

Menurutnya, kebiasaan memilah sampah menjadi tanggung jawab bersama masyarakat untuk mendukung kebersihan lingkungan dan kelancaran pengelolaan sampah di tingkat kota. Peluncuran Bank Sampah Merah Putih di Wundubatu menjadi bagian dari upaya pemerintah kota membangun sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat, dengan target pengurangan volume sampah yang masuk ke TPA serta terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan tertata.

 

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.